Kamis, 09 Desember 2010

Cara Seting HP Sony Ericsson K660i


Setting email diberikan untuk pengguna ponsel sony ericsson dan pengguna account yahoo misal dalam contoh ini yahoo indonesia (.co.id)
Pertama-tama klik menu>perpesanan>email>setting>setting account dan kemudian klik account baru
Langkah-langkah membuat account baru yahoo indonesia


DOWNLOAD
Download : Sampai batas ukuran
Frekuensi cek : mati
Izinkan sambungan : jaringan sendiri
(yang ini yang saya tampilkan yang penting2 aja)

UMUM
Nama pengguna : (username yahoo kamu)
Alamat email : alamat_email_kamu@yahoo.co.id
Tanda tangan : ierone[dot]co[dot]cc (sesuka hati ajah)
Balas ke alamat : (kosong)
Nama account : Yahoo

POP3
Jenis sambungan : POP3
Alamat server : pop.mail.yahoo.co.id
Nama pengguna : (username yahoo kamu)
Kata sandi : (password yahoo kamu)
Enkripsi : tanpa enkripsi
Port masuk : 995 / 110 (pilih salah satu)
Sambungan dengan : … (Data Account gprs kamu)


SMTP
Alamat server : smtp.mail.yahoo.co.id
Autentikasi SMTP : Sama dg POP3
Enkripsi : tanpa enkripsi
Port keluar : 25
Sambungan dengan : … (Data Account gprs kamu)

Kemudian klik selesai/simpan
Bagi pengguna yahoo internasional tinggal mengubah .co.id menjadi .com
Begitu pula seterusnya.

Kompetisi



Minggu, 05 Desember 2010

Mother Finger


Kecelakaan yg nyaris ku kehilangan jempol kaki kananku. Foto itu diambil setelah beberapa hari ketika abis membuka perban.
Lumayan dah mulai mw nyambung lagi. Meskipun belum kering betul.
Bersyukur ku masih diberikan kesempatan untuk memiliki jempol kaki. Thanks God..
Saatnya sekarang ku harus lebih berhati-hati dalam menjaganya..
Semangat Ar! Semuanya pasti akan pulih lagi..
Trus tapaki dunia yang riuh ini dengan pandangan kedepan.. Cayo!

Seperti apakah Anda?

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya,

“Apa yang kau lihat, nak?”

"Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak.

Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras.

Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya,

“Apa arti semua ini, Ayah?”

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi ‘kesulitan’ yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

“Kamu termasuk yang mana?,”

tanya ayahnya. “Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?” Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.”

“Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?.”

“Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.”

“Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.”

“Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri”

sumber: dudung.net



Intinya sih jangan pernah berhenti untuk minum kopi di pagi hari.. Begitu kan lebih simpel dan menarik .. 
Ha ha ha :-P

Kamis, 02 Desember 2010

Sebuah Nikmat Kesehatan

Kemarin saya abis kecelakaan yang harus membuat diri saya terbaring tak berdaya di kontrakan.. 
Jadi ga bisa ngapa-ngapain... Mw jalan susah, mw kekamar mandi pun harus ekstra energi agar ga kepeleset...
Badan yang ada pegel-pegel plus nyeri dibagian tangan dan leher.
Ku juga harus merelakan kuku kaki sebelah kiri harus hilang dibagian jari-jarinya. Jempol kaki juga harus direlakan terbelah dua untuk sementara ini... Hem what a great day...

Tapi semua itu ada hikmahnya.. Saya mang harus istirahat dulu sementara waktu sebelum mendapatkan tenaga saya menjadi pulih kembali. 

Awalnya jatuh sih akibat dari menghindari kubangan eh saya malah terpeleset batu yang ada disampingnya. Mungkin mang lagi belum rejeki saya jadi saya mendapat cobaan ini. Saya jatuh di daerah Bukateja Purbalingga. Dekat perbatasan antara Purbalingga dengan Banjarnegara.

Untungnya sih banyak orang yang nolongin saya pas kejadian itu. Jadi saya masih termasuk orang yang beruntung bisa diselamatkan. 

Menurut cerita orang-orang sekitaran daerah situ. Dalam seminggu ini sudah terjadi 5 kali kejadian yang sama di tempat saya jatuh. Dan yang paling beruntung sekarang adalah saya..  Alhamdulilah y Alloh masih diberikan nikmat menghirup udara di bumi ini.

Keistimewaan Yogyakarta

Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan UU No 3 Tahun 1950, yang meliputi daerah Kesultanan Yogyakarta dan Paku Alaman, bukan atas permintaan Sultan Hamengku Buwono IX maupun warga. Sultan dan warganya mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan RI tanpa pamrih.

Sultan Hamengku Buwono (HB) IX adalah sultan pertama yang mendukung proklamasi kemerdekaan. Kesultanan yang dipimpin merupakan bagian konstitutif NKRI.. Hal serupa juga dimaklumatkan Sultan Siak Sri Indrapura (Sumatera Tengah) beberapa hari kemudian.

Kebajikan Sultan Yogya juga ditunjukkan dengan terus melibatkan diri dalam perjuangan menegakkan kedaulatan RI. Di saat-saat krusial, tanpa diminta, Sultan menunjukkan sikap tidak defaitis, misalnya, saat Belanda melakukan aksi militer pertama (Juli-Agustus 47), kedua (19 Desember 48), dan saat PKI memberontak dari Madiun (18 September 48).


Revolusi fisik

Selama revolusi fisik (1946-1949) saya ber-SMA di Yogya, menggabungkan diri pada Tentara Pelajar (TP) Bat. 300. Dalam aksi militer Belanda pertama, pelajar-anggota TP menuju garis depan. Saat berangkat, Sultan—selaku Gubernur Militer—melepas. Sebelumnya, Sultan menerima alamat orangtua anggota TP dari luar Jawa untuk disimpan. Sesudah cease-fire saya kembali ke Yogya, menemui Sultan untuk mengambil alamat orangtua saya, dan alamat orangtua dua teman yang gugur. Saya katakan kepada Sultan, saya sendiri akan mengabarkan berita duka itu bila hubungan pos Jawa-Sumatera sudah pulih karena kami dari Medan .

Dalam aksi militer kedua, Belanda menduduki Yogya. Bung Karno, Hatta, Sjahrir, dan beberapa petinggi lain ditawan, tetapi Sultan tidak. Ketika pimpinan militer Belanda ingin menghadap ke keraton, Sultan menolak. Kalau Belanda nekat masuk keraton, mereka harus melangkahi mayat Sultan lebih dulu.. Intelijen Belanda tahu, keraton menjadi tempat bertemu dan berlindung gerilyawan. Dari keraton, Sultan memantau situasi melalui radio.

Setelah tiga kali ditangkap dan ditahan Belanda, saya berhasil lari dan meninggalkan Yogya, apalagi pondokan saya digeledah. Dengan beberapa ”pelajar seberang”, saya menempuh long march ke Jakarta . Yogya tidak lagi memungkinkan perantau mencari nafkah guna membiayai hidup dan sekolah. Sepanjang perjalanan Yogya-Salatiga, penduduk di desa-desa selalu menanyakan keadaan Sultan. Melihat kenyataan ini, kami yakin, seandainya Sultan menyerah dan menerima kedatangan Belanda, saat itu riwayat RI pasti tamat. Minimal, negara tak lagi merdeka, beralih menjadi dominion atau negara boneka.

Selama revolusi fisik, Yogyakarta menjadi ibu kota RI . Saat itu Yogyakarta dipenuhi pengungsi dari berbagai penjuru, pejabat, pegawai sipil, dan militer, laskar perjuangan, warga biasa dan pelajar yang jumlahnya mungkin sama dengan warga asli Yogyakarta . Meski demikian wong Yogya tidak pernah mengeluh jika harus berbagi makanan, fasilitas umum dan ruang, bersedia sama-sama menderita, meneladani sikap rajanya yang tanpa pamrih menawarkan bagian depan keraton, termasuk siti hinggil untuk pendidikan. Pagi untuk SMA, sore hari untuk kuliah mahasiswa Universitas Gadjah Mada.


Manusia idealis

Tanggal 1 Agustus 1973, sepulang dari Paris untuk studi selama sembilan tahun, Bung Hatta mengundang saya ke rumahnya. Pada malam itu, di ruang tamu sudah ada Sultan, yang saat itu menjabat wakil presiden.

Saat itu Bung Hatta menanyai visi saya tentang pendidikan nasional, bukan masalah ekonomi yang juga saya tekuni selama belajar di Sorbonne, Perancis. Pertanyaan itu tak sulit dijawab karena selama studi saya juga menyiapkan konsep pembangunan pendidikan dan kebudayaan serta pembangunan pertahanan dan keamanan nasional. Sultan juga menanyakan konsep pengembangan idealisme, membentuk manusia idealis. Menurut Sultan, kita memerlukan banyak calon pemimpin yang idealis, justru karena Tanah Air kita kaya raya.

Ternyata selain nasionalis, Sultan juga arif, bijak, dan tegas. Ketika dinobatkan sebagai sultan di zaman kolonial (1940), Sultan mengatakan dalam pidato, ”Al ben ik Westers opgevoed, ik ben en blijf Javaan” (meski berpendidikan Barat, saya adalah orang Jawa dan akan tetap Jawa). Saat itu, pernyataan ini dianggap ”revolusioner”.

Sultan juga yang mewakili RI menerima kedaulatan dari Wakil Kerajaan Belanda di Jakarta (Desember 1949). Sultan beberapa kali dipercaya menjabat Menteri Pertahanan setelah penyerahan kedaulatan. Sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia Serikat (1949-1950)—saat keamanan dan ketertiban amat kacau—Sultan berulang kali pulang balik Jakarta-Yogya, menyetir mobil sendiri, tanpa ajudan atau voorrijder. Dalam salah satu perjalanannya, Sultan pernah memboncengkan perempuan tua yang terseok-seok menggendong dagangannya hingga depan Pasar Beringharjo. Sultan tak mengungkap jati dirinya.


Keistimewaan Yogyakarta

Sesudah Belanda angkat kaki, para pejuang yang selamat sepakat, negara-bangsa memberikan pengakuan yang tulus atas sikap patriotik Sultan dan warga Yogya di masa perjuangan. Pengakuan ini berupa pemberian status keistimewaan bagi daerah Kesultanan Yogyakarta dan Paku Alaman. Keistimewaan DIY memang dikaitkan kedudukan Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman. Artinya, secara implisit, siapa pun yang menjadi sultan dan paku alam, jabatan gubernur dan wakil gubernur adalah melekat.

Jadi, aneh jika generasi reformis kini justru meragukan kebenaran hakikat pertimbangan para tokoh pejuang 45 dalam memutuskan keistimewaan DIY. Itu tidak hanya kebenaran thok, tetapi kebenaran bernilai sejarah perjuangan, bukan untuk mengukuhkan monarki absolut di Yogya. Meski di bawah raja, pemerintahan daerah ini berjalan demokratis.

Jangan anggap para tokoh tidak tahu soal ketatanegaraan. Mereka tidak kalah terdidik, tidak kurang cerdas dan patriotik daripada para tokoh reformis sekarang. Maka hargailah keputusan mereka. Alih- alih mempertanyakan, sekali lagi tegaskan secara positif keputusan itu. Yang dipertaruhkan bukan hanya martabat Sultan dan Paku Alam dan seluruh warga, tetapi juga intellectual dignity dan political credibility dari pejuang kemerdekaan 45 yang telah memutuskan itu.

Pembentukan DIY bukan hanya masalah hukum dan UU. Ia adalah keputusan bersejarah yang jelas rasionale-nya dalam perjalanan sejarah. Kalaupun pembentukan itu hendak dijadikan masalah hukum/ UU, sebagai produk buatan manusia, ia harus dibuat bersendikan tidak hanya akal, tetapi juga akal budi dan kearifan.. Hanya orang yang berbudi yang dapat menghargai budi luhur orang lain.


Daoed Joesoef Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Pembangunan III (1978-1983); Alumnus Universite Pluridisciplinaires Pantheon-Sorbonne



Ada beberapa bulan Sultan harus mengambil peti peti kerajaan yang berisi uang perak dan gulden untuk membayar gaji pegawai Pemerintahan. Juga menyediakan gedung gedung untuk administrasi pemerintahan negara muda ini. Bung Hatta pernah mengatakan jumlah uang yang dikeluarkan Sultan mencapai 5 juta gulden, dan ia pernah menanyakan kepada Sultan, apakah perlu diganti. Sultan tak pernah menjawabnya sampai akhir hayatnya.


GW RIBUT SAMA MBAK-MBAK DAN SATPAM DI MALL !!

Kemaren gw ke mall gitu, rencana beli baju kerja aja. Bosen di kantor. Gw ke mallnya sendirian gitu. Gw muter-muter aja dimall sekalian liat-liat baju siapa tau ada yang cocok buat ntar ke kantor. Bosen liat-liat baju. Gw ke lantai 4 mallnya, disana ada pusat hiburan ****zone. Gw mah liat-liat aja, lagian gw sendiri.. Males main. bosen disana gw turun... 
Nah disini asal muasal tragedinya, ada mbak2 lumayan bening... didepan gw lagi jalan, dia mau turun jga pake eskalator. otomatis gw b'diri dibelakang si mbaknya. Gw emang niat mau keluar dari tu mall... n ternyata emang dasar jodoh kali ya.. Kemana arah gw, si mbaknya juga kesana. Pas di lantai dua mau turun. dieskalator pada sesek tu.. rame bgt orangnya. n si mbak tadi b'diri persis didepan gw. lumaya rapetlah (karena emang rame..) gw jadi kgak enak juga karna dari tadi ngikutin si mbaknya terus... Mana si mbaknya liat kebelakang trus (ke gw) mungkin curiga x ya...



Tapi pas udah mau keluar dari mall si mbaknya brenti.. gw duluan deh kluarnya. Nah gw perhatiin jam masih sekitaran jam 5. Akh masi lama, gw putusin bakar rokok dulu di lobi mallnya, sambil mikir2 mau kemana lagi.



Tiba-tiba ada yang nepuk punggung gw, ternyata pak satpam. dengan nada tegas.. "ayuk ikut ke Pos" "hah?? ngapain pak??" timpal gw polos... "ikut aja!!!"



Yauda gw ikutin deh si satpam. gw liat si mbak tadi uda b'diri deket pos. si satpam nanya ke si mbak "ini orangnya??", di jawab "iya" sama si mbaknya. buset prasaan gw jadi gak enak kan?? langsung aja si mbaknya bilang dengan nada sewot n liatin muka kurang senang. "kamu kan yg nyopet dompet saya??" "lha?? bukan saya mbak..." langsung dijawab... "kamu daritadi ngikutin saya trus.. siapa lagi kalo bukan kamu..."



Gw >> "ya ampun mbak... sumpah. saya gak nyopet. lagian saya masi punya uang kok. bukan saya mbak!! saya tau itu dosa"



Si mbak >> "alaaahhh... mana ada maling ngaku.. bisa penuh penjara.." dengan tampang super sinis... satpam yg dari tadi diem aja >> bener adek tadi ngikutin mbak ini dari lantai 4??



Gw >> iya pak... tapi saya gak nyopet



Si mbak >> ngaku aja deh lo... (mulai manggil "lo") di lantai 4 tadi gw inget betul dompet gw masi ada di tas gw (dia pake tas kecil gitu gan). cuma lo daritadi dibelakang gw kan??



Gw >>diem



Satpam >> Mana liat dompet kamu.... saya mau liat KTPnya gw keluarin dah dompet gw.. emang isinya ada merah2 ama ijo2 masi tegang.. (baru dari ATM soalnya..)



Si mbak yg liat isi dompet gw langsut bacot >> nah itu duit saya pak, saya ingat betul ciri2nya... FYI waktu itu gw diinterogasi di depan Pos. bukan di dalam. orang2 pada rame. n musibah terbesarnya ADA SI "A" (tunangan gw) TERNYATA DISANA DAN LIATIN GW !!! *mampus... Bisa ga jadi nikah niey gw gara2 cewek ney. 



Suasana mulai memanas.. si mbak tetep nyolot n yakin gw yang nyopet. gw tetep gak mau ngaku... ya iyalah gw gak nyopet kok. badan gw dah panas dingin.. mana lagi lapar... waktu itu jam 5an, panas campur emosi + malu si satpam pun mulai nyolot ke gw... ngaku gak.. (mukul kepala gw pake telapak tangannya...). ANJII..NG gw gak nyopet. si mbak pun gregetan liat gw gak mau ngaku, lantas jambak2 rambut gw. bner2 emosi bgt gw.. didepan orang rame cing!! gw tetep bantah gw gak nyopet.



Sekilas gw perhatiin Si "A" tadi liat gw dengan tampang sinis... ( ya ampunn.... malu gw) trus si satpam sialan, mulai nabok pipi gw 2 kali. "eh lo ngaku gak.... jgn bkin gw emosi... " trus gw jawab "saya gak nyopet, musti ngaku ngapain??" si mbaknya nyolot "halaaahhhh maling aja gak ngaku..." barengan dengan itu mendaratlah satu bogem pak satpam sialan di pelipis gw. aww... sakit tak terkira. ANJIIIIIINNNNGGGGGGG!!!!! udah banyak orang pada nonton, ada yg teriak "udah pak.. telanjangin aja", "bawa kekantor polisi" dsb. abis tu si satpam bawa gw masuk ke Pos karena udah banyak yang nonton. Si "A" tadi liat gw dengan ekspresi jijik..



Trus satpamnya ngancem.. "gw laporin ke Polisi lu ya..." gw "silahkan.... saya gak salah kok"



Tiba2 datang mbak2 lagi, kayaknya pegawai salah satu distro di mall itu. maaf mbak.. "mbak ya yg punya dompet ini. dompetnya ketinggalan tadi pas mbak belanja di distro kami.. saya pikir mbaknya bakal balik lagi.. makanya gak saya kasi ke satpam. tapi saya denger ada ribut disini dari temen saya.. ya saya anter aja kesini..." ohh leganya gw...



Muka si mbaknya langsung memerah (karena malu) aduhh... maaf mas. saya salah sangka, maaf banget mas. saya panik banget tadi. langsung gw timpal... "tu kan bukan gw yg nyopet..." gw liat ke satpamnya sambil teriak "bukan gw yg nyopet...!! puas lo bikin gw malu!!"



Langsung si mbaknya ngeluarin duit.. kalo gak salah 10 lbr 100 ribuan. gw ambil langsung gw lempar..



Gw minta harga diri gw lu balikin!!! gw gak rela.. gw gak butuh duit lu!!! tau gak HARGA DIRI GW!!!



Satpamnya nimpalin >> maaf pak saya hanya menjalankan tugas.



Gw >> gw gak terima, gw mau ketemu atasan lo!!! lo belon buktiin kalo gw nyopet udah main mukul2 gw. gw mau ketemu atasan lo!!



Satpam >> jangan pakk... bisa2 saya di pecat.



Si mbak >> maafin saya mas.. saya ceroboh.



Gw >> gw gak rela... bejibun tadi yg nonton gw kalian pukulin!! harga diri gw balikin!!!!!!



Trus tiba2 ada yang nepuk2 pundak gw

"MAS... MAS... MAS ARDHI...!!! BANGUN !! MOLOR MULU !!! GAK MAU PULANG ?? DAH MAGHRIB NI !!"



WAAA ANJROT... GW MIMPI DISIANG HARI TERNYATA...





wkwkkwkw.... siapa yg bacanya sudah serius ??