Sabtu, 11 Desember 2010

Tata Tertib Kerja Perusahaan Swasta Di Jakarta

Tata Tertib Kerja Perusahaan Swasta Di Jakarta 
(Berlaku secepatnya) 

Pakaian Kerja 
Anda disarankan berpakaian sesuai gaji yang anda terima. Bila kami melihat anda berpakaian mewah, membawa tas Aigner seharga 2juta, atau sepatu gucci senilai 3 juta, maka kami anggap anda hidup berkecukupan dengan gaji anda dan karenanya tidak akan ada kenaikan gaji sampai anda terlihat melarat lagi. 

Ijin Sakit 
Kami tidak menerima lagi surat keterangan sakit dari dokter sebagai bukti bahwa anda sakit. Kalau anda mampu mengunjungi dokter, kami nilai anda juga mampu bekerja. 

Tindakan Operasi 
Tindakan operasi sekarang dilarang!. Selama anda menjadi karyawan disini, anda harus tetap memiliki seluruh organ tubuh anda. jangan sampai ada organ tubuh anda yang diambil dalam tindakan operasi. Dulu kami merekrut anda dengan organ-organ tubuh yang lengkap. Mengurangi jumlah organ tubuh kami nilai sebagai pelanggaran perjanjian kerja. 

Hari Bebas 
Semua karyawan berhak mendapatkan 104 hari bebas kerja setiap tahunnya, yaitu pada hari sabtu dan minggu! 

Hak Cuti 
Semua karyawan diberikan masa cuti pada waktu yang bersamaan setiap tahunnya sebagai berikut: 1 januari, 
17 agustus dan 25 desember. 

Hak Cuti Berduka/Keluarga Meninggal 
Ini bukan alasan untuk cuti!. Anda tidak dapat berbuat apa2 bila sahabat, rekan-kerja, tetangga atau famili 
anda meninggal. Anda harus mengatur orang lain yang non-karyawan untuk melayat. Dalam kasus khusus dimana 
karyawan tetap harus terlibat, upacara penguburan harus dijadwalkan sore hari. Kami mengijinkan anda bekerja 
pada jam istirahat siang dan anda boleh meninggalkan pekerjaan satu jam lebih awal, bila pekerjaan anda telah selesai. 

Pengecualian : 
Peraturan diatas tidak berlaku bila yang meninggal adalah karyawan ybs sendiri. Akan tetapi harus dengan 
pemberitahuan 2 minggu sebelumnya karena anda harus men-train karyawan pengganti anda. 

Penggunaan WC Kantor 
Terlampau banyak waktu dibuang di WC!. mulai saat ini, kami akan mengatur jadwal ke WC bagi karyawan sesuai 
urutan alfabet nama. contoh: Karyawan dengan awal nama "A" boleh ke WC jam 8.00 sampai jam 8.20. Karyawan 
dengan awal nama "B" dari jam 8.20 sampai 8.40, dst..,dst... Bila anda tidak sempat ke WC dalam jadwal 
tersebut, anda harus menunggu sampai keesokan harinya. Dalam kasus emergency, karyawan boleh menukar jadwal 
WC dengan karyawan lain. Supervisor dari kedua karyawan tersebut harus memberi ijin tertulis sebelumnya. 

Jam Makan Siang 
Karyawan yang kurus mendapatkan istirahat makan selama satu jam, karena mereka perlu makan lebih banyak 
supaya kelihatan sehat. Karyawan yang berukuran "normal" mendapat jam istirahat makan siang selama 30 
menit agar mendapatkan pola makan yang tidak berlebihan untuk mempertahankan bentuk tubuhnya. Karyawan yang gendut, mendapat waktu istirahat 5 menit, karena mereka cuma butuh minum VEGETTA dan pil diet. 

Terima kasih atas kesetiaan anda pada perusahaan. Kami adalah perusahaan yang sangat peduli dengan sikap positif dan keseimbangan karyawan.

Beberapa Cerita Dewasa

Gigolo

Seorang pemuda yang lama menganggur akhirnya memutuskan untuk mencoba jadi gigolo. Pengalaman pertamanya yang tak terlupakan adalah bertemu seorang ibu muda cantik dan parlente dengan mobil mewah. Pemuda itu dibawa dengan mobil mewah menuju ke sebuah rumah besar milik ibu muda tersebut. 

Sesampainya dirumah, dia dimasukkan ke dalam sebuah kamar. Si pemuda sangat gemeteran karena ini adalah pertama kalinya masuk ke kamar wanita. Pikirannya sudah macam-macam, bingung dan juga kikuk.

Semakin berpikir seperti itu, birahinya juga semakin timbul. Sebelum melakukan adegan yang mendebarkan ibu muda itu berkata, "Lepas dulu bajumu dan tunggu aku disini, ok?"
"Jangan ke mana-mana!", ujar ibu muda itu lagi sembari keluar dari kamar.

Pemuda itu makin bingung karena ditinggal sendirian. Sebetulnya dia malu untuk telanjang karena tubuhnya kurus. Akhirnya dia melepas semua bajunya, dan menunggu di kamar. "Ah sudah kepalang tanggung", pikirnya.

Tak lama kemudian, ibu itu masuk ke dalam kamar. Kali ini diikuti oleh dua orang anaknya yang masih kecil. Ibu itu berkata kepada kedua kedua anaknya, "Nah, Wati... Budi..., kalian harus banyak makan, kalau tidak mau badan kalian kurus kering seperti Oom ini".




Kondom

Paijo seorang penduduk desa yang sangat lugu, sedang bingung bagaimana caranya supaya istrinya tidak hamil lagi, karena anak mereka sudah 8 orang. Dari obrolan Paijo, akhirnya tetangganya pun mengetahui keresahan Paijo dan menyarankannya untuk ikut program Keluarga Berencana (KB).

Beberapa hari kemudian pergilah Paijo dan istrinya ke Puskesmas terdekat. Di Puskesmas, dokter memberikan penjelasan kepada Paijo tentang bermacam-macam alat KB yang biasa digunakan para peserta KB. Akhirnya Paijo pun dipersilahkan memilih alat KB apa yang dia rasa cocok. Setelah mempertimbangkan biaya dan kemudahannya, akhirnya Paijo memutuskan untuk mencoba menggunakan kondom.

Lantas Paijo dan sang istri pun pulang ke rumah. Malamnya, Paijo yang sudah kebelet, langsung ingin praktek menggunakan alat tersebut. 

Ternyata beberapa minggu kemudian sang istri mual-mual dan menunjukkan gejala hamil muda. Paijo pun membawa sang istri untuk diperiksa di Puskesmas dan kebetulan dilayani oleh dokter yang sama. Setelah hasil tes menunjukkan bahwa sang istri positif hamil, Paijo segera saja marah besar dan menuding sang dokter sebagai pembohong karena alat KB yang disarankannya ternyata tidak berfungsi. Sang dokter pun berusaha menenangkan Paijo sambil menanyakan bagaimana cara Paijo menggunakan kondom tersebut.

Si Paijo manjawab sambil mempraktekkan dengan jarinya, "Begini Pak Dokter, saya buka kotaknya, di dalamnya ada kondom yang masih tergulung, lalu saya keluarkan kondomnya dan saya pasang ke alat kelamin saya dengan membuka gulungannya..."

Sang dokter yang memperhatikan penjelasan Paijo tiba-tiba memotong, "Ya, sudah benar begitu.."

Namun Paijo segera melanjutkan, "lalu setelah gulungannya habis, saya lihat di ujungnya ada sisa sedikit, Pak Dokter... lantas saya potong ujungnya, biar pas..!" 



Ayat 15

Sepasang kekasih baru yang bekerja sebagai pekerja sosial, Hamid dan Rosni selalu bersama walau kemana pun.
Suatu malam ketika mereka berdua keluar berkencan,

Hamid: "Kita mau kemana nih?" 
Rosni: "Terserah deh ... kemana aja boleh" 
Hamid: "Gimana kalau kita ke pantai.." 
Rosni: "Boleh.." 

Setelah sampai di pantai mereka berdua tidak keluar dari mobil dan hanya beristirahat sambil ngobrol di dalam mobil.
Mulanya ngobrol biasa, lama-kelamaan, Hamid meletakkan tangannya di paha Rosni. Nampaknya Rosni tidak keberatan, lalu beberapa menit kemudian Hamid mengerakkan tangannya semakin naik ke atas paha Rosni. Rosni masih juga tidak terlihat keberatan, akhirnya ketika Hamid mengerakkan tangannya semakin naik ke atas lagi, tiba-tiba Rosni berkata dengan sopan, "Bang... ingat ayat 15 dalam Sumpah Pekerja Sosial..." 

Setelah mendengar teguran si Rosni, Hamid langsung menarik tangannya menjauh dari paha Rosni walaupun sebenarnya dia tidak ingat isi ayat 15 itu.

Hamid: "Maafkan saya" 
Rosni: "Nggap apa-apa.." 

Singkat cerita, si Rosni pun akhirnya diantar pulang oleh si Hamid yang juga langsung pulang ke rumahnya. Sampai di rumah, Hamid langsung masuk ke kamar dan membuka buku Sumpah Pekerja Sosial dan mencari ayat 15 yang ternyata berisi:

"Teruskan Usahamu, Jangan Berhenti Setengah Jalan" 



Iklan Jodoh

Ada seorang janda muda cantik dan kaya yang baru saja di tinggal mati suaminya yang tertubruk trailler ban 22. 
Janda itu kemudian membuat iklan di suatu surat kabar terkenal di kotanya.Dalam iklannya disebutkan bahwa ia mencari seorang pemuda tipe apa saja asal sanggup memenuhi 4 (empat) kriteria, yaitu:

1. Tidak mementingkan kecantikan/kejelakan istri. 
2. Tidak suka menampar/memukul istri. 
3. Tidak lari dari tanggung jawabnya sebagai suami. 
4. Ini adalah syarat yang paling penting dan utama sekali, yaitu dapat memuaskan istri di atas ranjang. 

Beberapa hari kemudian datang seorang pemuda cacat jasmani mencoba melamar, 

Pemuda: "(tok tok tok tok!!!) spada? anybody home?"

Janda: "Yupss! Ada apa yaa?"

Pemuda: "Maaf, benarkah anda yang memasang iklan ini?" (sambil menunjukkan surat kabar).

Janda: "ya , benar!, emangnya ada apa ya?"

Pemuda: "Saya mencoba melamar!!!"

Janda: "Memangnya anda memenuhi kriteria yang saya ajukan ?"

Pemuda: "Anda mau bukti? Pertama, Anda minta pria yang tidak memandang apakah Anda cantik/jelek walaupun Anda cantik. Saya kan buta, mana bisa saya memandang paras Anda, betulkan? Kedua, Anda minta pria yang tidak suka menampar atau 
memukul istri, kedua tangan saya kan buntung , mana bisa saya menampar atau memukul Anda. Benar kan? Ketiga, Anda minta pria yang tidak lari dari tanggung jawab, kedua kaki saya kan lumpuh, mana bisa saya lari dari Anda, Betul nggak?"

Janda: "Betul sih!, tapi saya tidak yakin dengan kriteria keempat, apakah Anda mampu melakukannya?"

Pemuda: "Eit!, anda jangan anggap remeh dong!!, memangnya Anda pikir saya ngetok pintu tadi pakai apa?????"



Curhat

Pada suatu hari, entah ada angin apa Susi pergi ke rumah Roni. Setelah sampai disana dan menemui Roni, Susi mulai bercerita sambil menangis tersedu-sedu,

Susi: "Ron, gua mau curhat nih sama loe.."

Roni: "Boleh..."

Susi: "Si Rio kurang ajar banget sama gue... Masa' dia nyium bibir gue tanpa seijin gue..."

Roni: "Hah! Brengsek si Rio, dia nyium bibir loe... kayak gini??" (lalu si Roni langsung nyium Susi)

Susi: "Iya... trus dia langsung pegang buah dada gue, Ron.."

Roni: "Apa! Nekat bener tuh anak... dia pegang dada loe... kayak gini?" (Roni pun langsung mempraktekkannya)

Susi: "Iya Ron... dia juga masukin anunya ke sini.....(Susi menunjuk bagian bawah nya)

Roni: "APA?? udah bener-bener kelewatan si Rio, dia masukin anunya kesitu? kayak gini?" (ini juga dipraktekkan oleh Roni)

Susi: "Iya, abis itu dia goyang-goyang anunya..."

Roni: "Kayak gini??"

Setelah Roni mempraktekkanya beberapa saat, Susi berkata lagi,

Susi: "Iya Ron, tapi abis itu dia bilang kalo dia mengidap AIDS..." 

Roni: "A.. AA.. APA????? Dia mengidap AIDS????????!!!!"

Kali ini Susi mengangguk sambil terus menangis tersedu-sedu, sementara Roni menangis lebih keras dari pada Susi...



Waria

Tito berkenalan dengan Tini, seorang perempuan yang manis dan modis. Dengan mudah Tito berhasil mengajak Tini tersebut berjalan-jalan ke Puncak di malam hari. Tini pun sama sekali tidak keberatan ketika Tito mencoba meraba-raba pahanya, lalu mencium bibirnya. 

Ketika gejolak nafsu mulai membakar seluruh tubuh Tito, Tini berkata bahwa ia perlu buang air kecil. Mereka keluar dari mobil dan setelah melihat sekeliling, Tito menunjuk semak-semak yang cukup gelap di dekat situ sebagai tempat yang aman untuk buang air kecil. 

Sambil menuju ke semak yang ditunjuk Tito, Tini berkata, "Jangan ngintip lho. Awas kalau kamu ngintip!" Mendengar kata-kata tersebut Tito jadi terpikir, jangan-jangan Tini itu waria. Kecurigaan itu semakin menguat ketika Tito mengingat betapa mudahnya ia menyerahkan diri kepada lelaki yang baru dikenal. 

Terdorong oleh kecurigaan tersebut, Tito pelan-pelan mengikuti Tini dan mencari tempat yang paling aman untuk mengamati dari belakang. Dilihatnya Tini membuka celananya dan mulai jongkok. Tito segera mendekat. 

Ketika ia melihat benda bulat panjang menjulur ke bawah, Tito segera menyambarnya sambil berteriak, "Hayoo, ketangkap basah!!!" 

"Hai, kok kamu ngintip sih??", teriak Titi kaget.

"Hah!! kok kamu be'ol sih??", teriak Tito lebih kaget lagi sambil tangannya yang baru saja meremas "kotoran" Titi.

Surat untuk Tuhan

Seorang bocah yang sangat ingin melanjutkan sekolah,tetapi orang tuanya tidak mempunyai uang untuk membiayai sekolahnya.Lagipula ibunya yang sedang sakit membutuhkan biaya untuk membeli obat. 

Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada Tuhan : 

Kepada Yth 
Tuhan 
di Surga 

Tuhan yang baik, saya mau melanjutkan sekolah, tapi orang tua saya tidak punya uang. Ibu saya juga sedang sakit, mau beli obat.Tuhan saya butuh uang Rp 20.000 utk beli obat ibu, Rp 20.000 untuk membayar uang sekolah, Rp 10.000 untuk membayar uang seragam, dan uang buku Rp 10.000. Jadi semuanya Rp 60.000 

Terima kasih Tuhan, saya tunggu kiriman uangnya. 
Dari : Rio. 


Rio pun pergi ke kantor pos untuk mengirim suratnya. Membaca tujuan surat tersebut, petugas kantor pos merasa iba melihat Rio, sehingga tidak tega mengembalikan suratnya. 

Bingung mau di kemanain surat itu, akhirnya petugas pos itu menyerahkannya ke kantor polisi terdekat.Membaca isi surat itu, Komandan polisi merasa iba dan tergerak hatinya utk menceritakan hal tsb kepada anak buahnya. Walhasil, para polisi pun mengumpulkan dana utk di berikan ke Rio, tetapi dana yang terkumpul hanya Rp 55.000,- 

Sang Komandan pun memasukan uang yang terkumpul ke dalam amplop, menuliskan keterangan : "Dari Tuhan di Surga" dan menyerahkan ke anak buahnya utk di kembalikan ke Rio. Menerima uang tsb, Rio merasa sangat senang permintaannya terkabul, walaupun yang di terima hanya Rp 55.000,-. Rio pun bergegas mengambil kertas dan pensil, dan mulai menulis surat lagi: 

"TUHAN LAIN KALI KALO MAU KIRIM UANG, JANGAN LEWAT POLISI, 
KARENA KALO LEWAT POLISI DI POTONG RP 5.000,-"

Alasan Wanita Kesakitan Melahirkan

Zaman dulu, para wanita selalu merasa sakit saat akan melahirkan. Keadaan yang kurang adil ini kemudian berubah setelah kejadian berikut ini:


Para wanita secara bersama-sama memohon kepada dewa agar ditegakkan keadilan, yaitu supaya kaum lelakilah sebagai penyebab yang seharusnya menderita sakit dikala sang isteri melahirkan.



Ternyata petisi ini dikabulkan, sehingga sejak saat itu apabila seorang isteri melahirkan, maka dengan mudah dan santai penuh perasaan ia dapat melahirkan anaknya sehingga hal ini sangat membantu ilmu kedokteran dalam menekan resiko melahirkan.



Di samping itu secara mengenaskan sang suami yang mendampinginya di luar menggeliat-geliat serta meraung-raung kesakitan demi keselamatan sang isteri yang melahirkan. Para lelaki menganggap hal ini biasa, karena ini termasuk akan
menambah bintang kepahlawanan pria dalam rumah tangga.



Tetapi, keadaan ini berubah sejak peristiwa dibawah ini:



Suatu waktu seorang wanita dari kalangan terkemuka di suatu kampung akan melahirkan. Paras anak keluarga dan para tetangganya sekampung ikut mengantarkan kelahiran ini dengan ikut menunggu di luar.



Sang suami telah disediakan tempat tidur di samping sang isteri, lengkap dengan segala peralatan untuk mengantisipasi segala kemungkinan penderitaanya. Saat melahirkan terjadi, sang istri dengan tenang penuh kasih sayang menjalankan kelahiran yang mulus ini. Tetapi, sang suami yang dengan tegang menunggu datangnya penderitaan tetap saja tidak bergeming sampai terdengar pekikan sang anak.



Yang sangat mengejutkan ternyata di luar terlihat kehebohan, ternyata Bapak Kepala Desa (Kades) berguling-guling serta berteriak-teriak kesakitan.



Semua khalayak terdiam sejenak, secara serentak semua ibu-ibu yang berada di sekitar itu secara diam-diam dan bersungguh-sungguh berdoa kepada dewa:



"Biarlah semua penderitaan ini kami lah yang menanggung asalkan semua rahasia tetap menjadi milik kami!"

Jumat, 10 Desember 2010

SERBA ^S^

Susi sekadar sahabat saya. Sekarang Susi sudah sungguh-sungguh sebagai simpanan sejati saya. Susi sangat suka saya, saya sangat suka Susi. Susi siswa SMA Swadaya, sekolahnya sekitar Semanggi selatan. Susi seputih salju, sehalus sutera, semanis sirop. Susi sangat sensual, semampai, sensitif, sexy. Susi secantik selebritis sinetron SCTV, Sarah sehan!

Saya sama susi sering sayang-sayangan. Saya sama Susi satu sarung, satu selimut, satu sprei. Seragam sekolah Susi saya singkirkan, seragam saya, Susi singkirkan. Saat Susi saya sun, Susi sangat senang sekali. Semalaman saya sama Susi saling syur-syuran, sampai subuh.

S. ........ (Saya sensor sebab sangat sensitif! Susi saya sedot, sebab s. .........  Susi sangat suka sekali. Sewaktu Susi sedot sekitar selangkang saya, sekitar  selangkangan saya serasa semutan, sehingga saya sampai sempoyongan. Sewaktu Susi saya S. ............. (Sorry saya sensor, soalnya sangat sensitif sekali!), Susi sangat semangat sekali. Saya sama Susi serasa suasana surga.  Susi senang, saya senang.



Sewaktu sudah subuh, saya stop, Susi sangat sedih sekali.

Sekarang setiap saat, saya serahkan selembar surat sama Susi, supaya Susi selalu setia sama saya. Suatu saat Susi selingkuh sama sahabat saya, Soni, saya sangat sedih sekali. Saya sumpah serapah sama Susi. Semoga Susi sakit selamanya. Saya sabar saja.

Sekarang Susi sebagai simpanan seorang seniman. Susi suka sebar-sebar suara, supaya semua suka sama Susi. Siapa saja silakan sama Susi, sejam sepuluh $, semalam seratus $. Susi siap setiap saat.

Saya sekarang sudah sama Santi, Santi seorang santri, sopan santun selalu senyum. Sama Santi sekarang saya sadar. Santi suruh saya shalat, Santi suruh saya sedekah. Sekitar September saya sah sebagai suami Santi. Sampai selamanya Santi sebagai simpanan sah saya.




Sekiaaaaann ...: D

Sa Sa Sa Sa Sa .....